IMPLEMENTASI SISTEM MIKROPROSESOR DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM, PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Pembuatan prototype ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran pada mata kuliah Praktikum Sistem Mikroprosesor, yang bertujuan untuk mengaplikasikan konsep-konsep dasar mikroprosesor ke dalam sistem otomasi nyata. Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung melalui perancangan, pemrograman, dan pengujian sebuah sistem berbasis mikroprosesor yang terintegrasi.

Prototype yang dikembangkan meliputi beberapa project utama, yaitu gerbang garasi otomatis, palang parkir otomatis, serta implementasi sensor api sebagai sistem deteksi bahaya kebakaran,dan lain-lain. Gerbang garasi otomatis dirancang untuk dapat membuka dan menutup secara otomatis berdasarkan input tertentu, sedangkan palang parkir otomatis berfungsi sebagai simulasi sistem manajemen akses kendaraan. Selain itu, penerapan sensor api bertujuan untuk mendeteksi potensi kebakaran secara dini dan memberikan peringatan sebagai langkah pencegahan, sehingga mencerminkan penerapan teknologi mikroprosesor dalam aspek keselamatan.

Seluruh rangkaian project ini dikembangkan dengan memanfaatkan mikroprosesor sebagai pusat kendali, yang diintegrasikan dengan berbagai sensor, aktuator, dan modul pendukung lainnya. Proses perancangan dan implementasi dilakukan secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan sistem, perakitan perangkat keras, penulisan program, hingga pengujian dan evaluasi kinerja prototype. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap sistem dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsi yang dirancang.

Pelaksanaan kegiatan praktikum ini berada di bawah pengawasan langsung Kepala Laboratorium, Bapak Dr. Bengawan Alfaresi, S.T., M.T., yang memberikan arahan, bimbingan teknis, serta evaluasi terhadap jalannya project. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh seorang asisten laboratorium, Gita Angraini, yang berperan aktif dalam membantu mahasiswa selama proses perakitan, pemrograman, serta penyelesaian permasalahan teknis yang muncul di laboratorium.

Melalui pembuatan berbagai prototype ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman yang komprehensif terhadap sistem mikroprosesor, mengembangkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah, serta menumbuhkan keterampilan kerja sama dan tanggung jawab dalam menyelesaikan project berbasis teknologi. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pengembangan sistem otomasi dan teknologi cerdas di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *